Perbedaan HDD SATA, SAS Dan SCSI
3. SATA
SATA dengan 15 pin kabel power dengan 250 mV, tampaknya memerlukan daya lebih banyak di bandingkan dengan 4 pin ATA, tapi dalam kenyataanya sama saja. Dan kemampuan SATA yang paling bagus adalah tercapainya maximum bandwith yang mungkin yaitu sebesar 150 MB/sec. Keuntungan lainya dari SATA adalah SATA di buat dengan kemampuan hot-swap sehingga dapat mematikan dan menyalakan tanpa melakukan shut down pada sistem komputer. Sedangkan dalam harga, drive SATA lebih mahal sedikit di bandingkan drive ATA. Jadi SATA lebih memiliki keuntungan dibandingkan ATA dalam connector, tenaga, dan yang paling penting performanya. Saat ini standar ATA telah mulai di tinggalkan dan produsen memilih standart SATA. (Inspirated from Dukom). Gambar 2.2 dibawah ini adalah contoh salah satu harddisk SATA.
Gambar
2.2 Harddisk SATA
APA ITU HARD DISK SAS?
Serial-Attached
SCSI (SAS) adalah metode
yang digunakan dalam mengakses perangkat peripheral komputer yang
menggunakan mode akses serial (satu bit pada satu waktu), transfer
data digital melalui kabel tipis. Metode ini ditentukan dalam standar
American National Institute Standard (ANSI) disebut Serial Attached
SCSI (Small Computer System Interface), juga dikenal sebagai ANSI /
INCITS 376-2003. Serial-Attached SCSI (SAS) sangat populer dikalangan
enterprise karena kehandalan dan performa nya yang lebih baik
sehingga banyak digunakan pada komputer Server.
SAS
menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan teknologi paralel
sebelumnya. Kabel yang lebih tipis, dan konektor yang tidak begitu
besar. Transfer data serial memungkinkan penggunaan kabel lebih
panjang dari transfer data paralel. Masalah yang terkait dengan
crosstalk cenderung lebih sedikit ditemukan di interface serial
daripada di interface paralel, karena jumlah konduktor dalam kabel
serial lebih sedikit.
Harga
Hard Disk SAS cenderung lebih mahal, tetapi mempunyai performa yang
lebih baik, yang dimungkinkan karena kelebihan bus SCSI daripada bus
PCI. Akses yang bersamaan dapat dilakukan ke banyak disk drive karena
interface drive secara aktif dihubungkan ke bus SCSI hanya pada saat
drive tersebut siap untuk transfer data. Hal ini terutama berguna
dalam aplikasi dimana terdapat sejumlah besar request untuk file
kecil, yang sering terjadi dalam komputer yang digunakan sebagai file
server.
PERBEDAAN SAS DENGAN SATA
Hard
disk SATA (Serial ATA) merupakan salah satu jenis hard disk yang
paling banyak dipakai saat ini, tetapi dalam segi performa jauh
dibawah hard disk bertipe SAS. Hard Disk SATA ini biasanya dipakai
industri bawah seperti PC Desktop dan Laptop dengan harga yang lebih
murah dari hard disk SAS. Berikut adalah perbandingan antara hard
disk SAS dengan SATA.
KONEKTIVITAS SAS DAN SATA
Serial
Attached SCSI mendukung SCSI dan SATA, yang memungkinkan SAS
controller untuk menjalankan baik perangkat SAS atau SATA (atau
keduanya). Namun, perangkat SAS tidak dapat dioperasikan pada SATA
controller karena Serial SCSI Protocol (SSP) yang digunakan. Seperti
SATA, SAS mengikuti prinsip point-to-point link ke drive (saat ini
hingga 300 MB/s), sementara ada pilihan untuk menggunakan SAS
ekspander untuk melampirkan lebih banyak drive dari port SAS yang
tersedia.
Berkat
STP (SATA Tunneling Protocol), SAS controller masih akan dapat
berkomunikasi dengan drive SATA yang melekat pada expander. Jadi
intinya, SAS controller dapat digunakan untuk menjalankan hard disk
SAS maupun SATA. Namun pada SATA controller tidak bisa digunakan
untuk menjalankan Hard Disk SAS.
Perbedaan Raid 0 Dan Raid 10
RAID level 0
Raid
pada level 0 ini memakai sekumpulan disk dengan striping di level
biok, tanpda adanya redundansi. Maka dari itu ia hanya menyimpan dan
melakukan striping blok data di dalam sejumlah disk. Level 0 ini
sesungguh nya tidak termasuk di dalam kelompok RAID, hal ini di
karenakan level 0 tidak memakai redundansi dalam peningkatan kinerja
nya tersebut.
Raid 1
Dalam RAID 1 terjadi
mirrorring antar hard disk. Sehingga dia menyediakan redundansi jika
salah satu disk mengalami error. Tidak seperti RAID 0 di mana semua
space digabungkan, RAID 1 hanya menggunakan setengah ruang karena
drive kedua digunakan untuk redundansi. Dengan syarat kedua hard
drive ukurannya harus sama.
Kelebihan:Redundansi
dan Kecepatan.
Kekurangan:
Space
hard disk tidak digunakan secara efisien. Karena kedua hard disk
adalah salinan satu sama lain, hanya setengah dari ukuran jumlah
gabungan yang digunakan.
Kapan
pakainya:RAID
1 memakan ruang/space hard disk, tetapi lebih baik untuk kecepatan
dan redundansi. Ini jadi pilihan yang baik untuk menjalankan sistem
operasi. Server pada umumnya memiliki dua level RAID. RAID 1 yang
berisi sistem operasi saja dan RAID tingkat kedua (biasanya RAID 5)
untuk penyimpanan/storage.
RAID Level 10
RAID
10 biasa juga disebut dengan RAID 1+0 atau RAID 1 dan 0, mirip dengan
RAID 0+1, cuma perbedaanya adalah penggunaan level RAID nya dibalik.
RAID 10 sebenarnya bukan level standar RAID yang diciptakan untuk
driver Linux MD. RAID 10 membutuhkan minimal 4 buah hardisk.
RAID
10 adalah kombinasi antara RAID 0 (data striping) dan RAID 1
(mirroring). Memiliki performa baca/tulis & redundansi data
tertinggi (memiliki toleransi kerusakan hingga beberapa hardisk).
RAID 10 memiliki toleransi kerusakan 1 hardisk per mirror stripe.
RAID
10 biasanya banyak diimplementasikan pada database, web server &
server aplikasi atau server-server yang membutuhkan performa hardisk
tinggi.
DAS, NAS atau SAN pilihan teknologi penyimpanan yang tepat untuk Perusahaan?
Data
tidak diragukan lagi sudah menjadi darah kehidupan
organisasi/perusahaan digital saat ini. Solusi penyimpanan tetap
menjadi prioritas utama dlm anggaran TI karena integritas,
ketersediaan dan perlindungan data adalah sangat penting bagi
produktivitas bisnis dan kesuksesan. Kendatipun demikian, peran
penyimpanan data/informasi semakin lama kian tinggi. Disamping itu
usaha yg dijalankan pun berada dlm era ketidakpastian yg kadangkala
meningkat tajam. Orang-orang TI dituntut utk merencanakan dgn matang
dan memantau potensi risiko dgn teliti lebih dari biasanya, seperti
ancaman keamanan jaringan dan sebagainya. Backup dan Disaster
Recovery sangat penting dewasa ini, dan informasi tentang solusi
penyimpanan dapat dijadikan acuan sebelum melaksanakan
implementasinya.
Bisnis saat ini tunduk terhadap peraturan perundang-undangan pemerintah tidak terkecuali dgn TI yg secara langsung mempengaruhi proses utk menyimpan, mengelola dan pengarsipan data. Hal ini terutama berlaku utk jasa keuangan dan industri kesehatan, yg menangani informasi yg sangat sensitif dan memiliki tanggung jawab ekstra utk menjaga integritas data dan privasi.
Meskipun kebutuhan utk penyimpanan data itu jelas dan penting, tetapi solusi yg ditawarkan dipasaran cukup bervariasi yg kadangkala membuat bingung dlm menentukan solusi mana yg paling tepat buat perusahaan. Secara umum ada 3 solusi yg ada dipasaran saat ini, yaitu Direct-Attached Storage (DAS), Network-Attached Storage (NAS)dan Storage Area Networks (SAN). Memilih solusi tsb merupakan keputusan individu yg disesuaikan dgn kebutuhan. Tidak ada pilihan yg benar atau salah, semua itu bergantung pada masing-masing individu. Tetapi meskipun demikian, kita harus tetap fokus pada kebutuhan khusus dan tujuan bisnis utk jangka panjang perusahaan agar tepat guna. Berikut beberapa kriteria kunci utk dipertimbangkan, antara lain:
Bisnis saat ini tunduk terhadap peraturan perundang-undangan pemerintah tidak terkecuali dgn TI yg secara langsung mempengaruhi proses utk menyimpan, mengelola dan pengarsipan data. Hal ini terutama berlaku utk jasa keuangan dan industri kesehatan, yg menangani informasi yg sangat sensitif dan memiliki tanggung jawab ekstra utk menjaga integritas data dan privasi.
Meskipun kebutuhan utk penyimpanan data itu jelas dan penting, tetapi solusi yg ditawarkan dipasaran cukup bervariasi yg kadangkala membuat bingung dlm menentukan solusi mana yg paling tepat buat perusahaan. Secara umum ada 3 solusi yg ada dipasaran saat ini, yaitu Direct-Attached Storage (DAS), Network-Attached Storage (NAS)dan Storage Area Networks (SAN). Memilih solusi tsb merupakan keputusan individu yg disesuaikan dgn kebutuhan. Tidak ada pilihan yg benar atau salah, semua itu bergantung pada masing-masing individu. Tetapi meskipun demikian, kita harus tetap fokus pada kebutuhan khusus dan tujuan bisnis utk jangka panjang perusahaan agar tepat guna. Berikut beberapa kriteria kunci utk dipertimbangkan, antara lain:
-
Kapasitas - jumlah dan jenis data (level file atau level blok) yg perlu disimpan dan dibagi.
-
Kinerja - I/O dan persyaratan dari throughput.
-
Skalabilitas - pertumbuhan data jangka panjang.
-
Ketersediaan dan Keandalan - bagaimana keadaan data dan aplikasi bisnis.
-
Perlindungan data - persyaratan Backup dan pemulihan.
-
Staf TI dan sumber daya yg tersedia.
-
Anggaran yg tersedia.
Sebagai
informasi, bahwa salah satu jenis media penyimpanan biasanya sudah
cukup utk perusahaan kecil saat ini, tetapi utk perusahaan besar
akan sering memiliki lingkungan penyimpanan campuran (mixed storage
environment), yg menerapkan media yg berbeda utk departemen
tertentu, kelompok kerja maupun kantor cabang. Dlm tulisan yg
dikutip dari techrepublic.com ini, akan memberikan
gambaran mengenai DAS, NAS dan SAN utk membantu menentukan solusi,
atau kombinasi dari solusi-solusi tsb guna mencapai tujuan
bisnis.
1. DAS: Ideal utk Local Data Sharing
Direct-Attached Storage (DAS) merujuk pada sistem penyimpanan digital secara langsung yg terpasang ke server atau workstation, tanpa storage network di antaranya. Dgn kata lain storage yg menempel langsung (point-to-point) pada server atau komputer kita. Termasuk dlm kategori Direct-Attached Storage yaitu apabila kita menggunakan eksternal storage yg dihubungkan ke channel eksternal SCSI card yg kita gunakan. Teknologi ini cocok utk kondisi yag membutuhkan akses cepat ke system disk karena DAS memiliki transfer rate yg sangat cepat antara server dan hard disk. Jadi, banyak aplikasi yg umumnya compatible dengan teknologi ini. DAS juga cocok utk jaringan yg kecil. Dari segi biaya serta kapasitas media penyimpanan (hard disk), maka teknologi ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan teknologi yg lain.
DAS sangat ideal utk file sharing secara lokal dlm lingkungan dengan server tunggal atau beberapa server, misalnya usaha kecil atau departemen atau kelompok kerja yg tidak perlu berbagi informasi jarak jauh atau antar perusahaan. Perusahaan kecil biasanya memanfaatkan DAS utk kebutuhan menyimpan file atau e-mail, sedangkan perusahaan besar bisanya menerapkan teknologi campuran yaitu menggunakan DAS disamping NAS dan SAN. DAS juga menawarkan kemudahan manajemen dan administrasi, karena dapat dikelola menggunakan sistem operasi jaringan dari server terpasang. Namun, kompleksitas manajemen dapat meningkat cepat dengan penambahan server baru. Hal ini dikarenakan penyimpanan utk tiap server harus diberikan secara terpisah.
Dari perspektif ekonomi, investasi awal model penyimpanan DAS lebih murah. Ini adalah sebuah keuntungan besar bagi manajer TI jika dihadapkan dgn anggaran yg minim. DAS juga dapat berfungsi sebagai solusi sementara bagi mereka yg ingin bermigrasi ke penyimpanan jaringan (network storage) di masa yg akan datang. Utk perusahaan yg mengantisipasi pertumbuhan data, penting utk diingat bahwa DAS terbatas dlm skalabilitas. Baik dari efisiensi biaya dan perspektif administrasi, model penyimpanan jaringan (network storage) jauh lebih cocok utk kebutuhan dgn skalabilitas tinggi.
Kekurangan teknologi ini adalah berapa kapasitas yg dianggap ideal, bagaimana jika estimasi awal yg telah ditentukan ternyata salah? Solusinya, tentukan estimasi yg paling sesuai, dengan mempertimbangkan kebutuhan kapasitas utk beberapa waktu ke depan. Kita juga harus me-maintain setiap DAS satu persatu, menggunakan monitoring tools utk mengetahui besar kapasitas storage yg sedang digunakan.
2. NAS: File-level data sharing yg cocok utk antar gedung
Network-Attached Storage (NAS) adalah storage hard disk yg dikonfigurasi dgn memberikannya IP Address dan dipasang di jaringan LAN (bukan dgn cara memasang langsung di komputer yg menjalankan aplikasi), sehingga dapat diakses oleh beberapa user sekaligus. Dengan cara memindahkan akses ke storage beserta manajemennya dari server seperti ini, maka program aplikasi dan file dapat diakses lebih cepat, tidak menggunakan resource prosesor yg sama lagi. NAS ini terdiri dari hard disk storage (umumnya juga termasuk sistem RAID multi disc) beserta software utk mengkonfigurasinya. Dari sisi instalasi, perbedaan NAS dengan DAS adalah sejak awal pengguna NAS sudah harus menentukan berapa besar hard disk yg akan dialokasikan utk keperluan tertentu.
NAS merupakan pilihan ideal utk perusahaan yg ingin mencari cara sederhana dan biaya-efektif guna mencapai akses data yg cepat bagi banyak client pada tingkat file. Pada awalnya NAS diperuntukkan kepada perusahaan kecil dan menengah. Walaupun demikian, NAS tetap menjadi primadona dikalangan enterprise karena harga dan kemudahan penggunaannya. Khusus utk perusahaan kecil, NAS merupakan solusi terbaik karena NAS sangat mudah utk diinstall, digunakan, dan dikelola walaupun tanpa orang TI sekalipun. Berkat kemajuan teknologi disk drive, mereka juga mendapatkan keuntungan dari biaya yg lebih rendah dlm arti kata dpt menekan anggaran belanja TI.
Pertimbangan penting lainnya utk bisnis berukuran menengah atau perusahaan besar yg menerapkan teknologi heterogen utk data sharing-nya, bahwa dengan DAS, setiap server menjalankan platform operasi sendiri, sehingga tidak ada tempat penyimpanan secara umum utk lingkungan campuran dari Windows, Mac ataupun workstation Linux. Sedangkan sistem NAS dapat diintegrasikan ke dlm lingkungan apapun dan melayani file pada semua platform operasi. Pada jaringan, sistem NAS muncul seperti native file server utk masing-masing client yg berbeda. Itu berarti bahwa file akan disimpan pada sistem NAS, serta diambil dari sistem NAS, dlm format file asli si client. NAS juga didasarkan pada protokol industri jaringan standar seperti TCP/IP, FC dan CIFS.
Kekurangan NAS selain harga yg lebih mahal dibanding dengan DAS, yaitu kecepatan akses dari server ke storage dibatasi oleh kecepatan jaringan yg dimiliki, karena NAS diletakan dlm jaringan LAN. Selain itu, bila membutuhkan akses cepat ke block device (seperti dlm aplikasi database), tidak disarankan utk menggunakan NAS. Aplikasi yg membutuhkan akses ke block-device sangat bagus bila menggunakan solusi Direct Attached Storage (DAS) atau Storage Arena Network (SAN).
3. SAN: Cocok utk blok data yg besar dgn metode akses teknologi jaringan
Storage Area Network (SAN) adalah sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi yg khusus, terdiri dari server dan penyimpan (storage). Terpisah & berbeda dengan LAN/WAN perusahaan, tujuan utama SAN adalah utk menangani trafik data dlm jumlah besar antara server dan peralatan penyimpan, tanpa mengurangi bandwidth yg ada di LAN/WAN. Biasanya tersambung melalui Fiber Channel, sebuah teknologi komunikasi data berkecepatan sangat tinggi, menjadikan SAN sebuah jaringan dedicated yg platform-independent yg beroperasi dibelakang server. SAN terdiri dari infrastruktur komunikasi, yg memberikan sambungan fisik, dan lapisan manajemen, yg mengatur sambungan, elemen penyimpan, dan sistem komputer sehingga menghasilkan transfer data yg sangat aman dan handal. SAN merupakan solusi konfigurasi masa depan utk media penyimpanan data dlm jumlah besar (TeraByte) dlm berbagai servis yg berbasis online di internet maupun intranet.
Keuntungan utama dari SAN adalah:
1. DAS: Ideal utk Local Data Sharing
Direct-Attached Storage (DAS) merujuk pada sistem penyimpanan digital secara langsung yg terpasang ke server atau workstation, tanpa storage network di antaranya. Dgn kata lain storage yg menempel langsung (point-to-point) pada server atau komputer kita. Termasuk dlm kategori Direct-Attached Storage yaitu apabila kita menggunakan eksternal storage yg dihubungkan ke channel eksternal SCSI card yg kita gunakan. Teknologi ini cocok utk kondisi yag membutuhkan akses cepat ke system disk karena DAS memiliki transfer rate yg sangat cepat antara server dan hard disk. Jadi, banyak aplikasi yg umumnya compatible dengan teknologi ini. DAS juga cocok utk jaringan yg kecil. Dari segi biaya serta kapasitas media penyimpanan (hard disk), maka teknologi ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan teknologi yg lain.
DAS sangat ideal utk file sharing secara lokal dlm lingkungan dengan server tunggal atau beberapa server, misalnya usaha kecil atau departemen atau kelompok kerja yg tidak perlu berbagi informasi jarak jauh atau antar perusahaan. Perusahaan kecil biasanya memanfaatkan DAS utk kebutuhan menyimpan file atau e-mail, sedangkan perusahaan besar bisanya menerapkan teknologi campuran yaitu menggunakan DAS disamping NAS dan SAN. DAS juga menawarkan kemudahan manajemen dan administrasi, karena dapat dikelola menggunakan sistem operasi jaringan dari server terpasang. Namun, kompleksitas manajemen dapat meningkat cepat dengan penambahan server baru. Hal ini dikarenakan penyimpanan utk tiap server harus diberikan secara terpisah.
Dari perspektif ekonomi, investasi awal model penyimpanan DAS lebih murah. Ini adalah sebuah keuntungan besar bagi manajer TI jika dihadapkan dgn anggaran yg minim. DAS juga dapat berfungsi sebagai solusi sementara bagi mereka yg ingin bermigrasi ke penyimpanan jaringan (network storage) di masa yg akan datang. Utk perusahaan yg mengantisipasi pertumbuhan data, penting utk diingat bahwa DAS terbatas dlm skalabilitas. Baik dari efisiensi biaya dan perspektif administrasi, model penyimpanan jaringan (network storage) jauh lebih cocok utk kebutuhan dgn skalabilitas tinggi.
Kekurangan teknologi ini adalah berapa kapasitas yg dianggap ideal, bagaimana jika estimasi awal yg telah ditentukan ternyata salah? Solusinya, tentukan estimasi yg paling sesuai, dengan mempertimbangkan kebutuhan kapasitas utk beberapa waktu ke depan. Kita juga harus me-maintain setiap DAS satu persatu, menggunakan monitoring tools utk mengetahui besar kapasitas storage yg sedang digunakan.
2. NAS: File-level data sharing yg cocok utk antar gedung
Network-Attached Storage (NAS) adalah storage hard disk yg dikonfigurasi dgn memberikannya IP Address dan dipasang di jaringan LAN (bukan dgn cara memasang langsung di komputer yg menjalankan aplikasi), sehingga dapat diakses oleh beberapa user sekaligus. Dengan cara memindahkan akses ke storage beserta manajemennya dari server seperti ini, maka program aplikasi dan file dapat diakses lebih cepat, tidak menggunakan resource prosesor yg sama lagi. NAS ini terdiri dari hard disk storage (umumnya juga termasuk sistem RAID multi disc) beserta software utk mengkonfigurasinya. Dari sisi instalasi, perbedaan NAS dengan DAS adalah sejak awal pengguna NAS sudah harus menentukan berapa besar hard disk yg akan dialokasikan utk keperluan tertentu.
NAS merupakan pilihan ideal utk perusahaan yg ingin mencari cara sederhana dan biaya-efektif guna mencapai akses data yg cepat bagi banyak client pada tingkat file. Pada awalnya NAS diperuntukkan kepada perusahaan kecil dan menengah. Walaupun demikian, NAS tetap menjadi primadona dikalangan enterprise karena harga dan kemudahan penggunaannya. Khusus utk perusahaan kecil, NAS merupakan solusi terbaik karena NAS sangat mudah utk diinstall, digunakan, dan dikelola walaupun tanpa orang TI sekalipun. Berkat kemajuan teknologi disk drive, mereka juga mendapatkan keuntungan dari biaya yg lebih rendah dlm arti kata dpt menekan anggaran belanja TI.
Pertimbangan penting lainnya utk bisnis berukuran menengah atau perusahaan besar yg menerapkan teknologi heterogen utk data sharing-nya, bahwa dengan DAS, setiap server menjalankan platform operasi sendiri, sehingga tidak ada tempat penyimpanan secara umum utk lingkungan campuran dari Windows, Mac ataupun workstation Linux. Sedangkan sistem NAS dapat diintegrasikan ke dlm lingkungan apapun dan melayani file pada semua platform operasi. Pada jaringan, sistem NAS muncul seperti native file server utk masing-masing client yg berbeda. Itu berarti bahwa file akan disimpan pada sistem NAS, serta diambil dari sistem NAS, dlm format file asli si client. NAS juga didasarkan pada protokol industri jaringan standar seperti TCP/IP, FC dan CIFS.
Kekurangan NAS selain harga yg lebih mahal dibanding dengan DAS, yaitu kecepatan akses dari server ke storage dibatasi oleh kecepatan jaringan yg dimiliki, karena NAS diletakan dlm jaringan LAN. Selain itu, bila membutuhkan akses cepat ke block device (seperti dlm aplikasi database), tidak disarankan utk menggunakan NAS. Aplikasi yg membutuhkan akses ke block-device sangat bagus bila menggunakan solusi Direct Attached Storage (DAS) atau Storage Arena Network (SAN).
3. SAN: Cocok utk blok data yg besar dgn metode akses teknologi jaringan
Storage Area Network (SAN) adalah sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi yg khusus, terdiri dari server dan penyimpan (storage). Terpisah & berbeda dengan LAN/WAN perusahaan, tujuan utama SAN adalah utk menangani trafik data dlm jumlah besar antara server dan peralatan penyimpan, tanpa mengurangi bandwidth yg ada di LAN/WAN. Biasanya tersambung melalui Fiber Channel, sebuah teknologi komunikasi data berkecepatan sangat tinggi, menjadikan SAN sebuah jaringan dedicated yg platform-independent yg beroperasi dibelakang server. SAN terdiri dari infrastruktur komunikasi, yg memberikan sambungan fisik, dan lapisan manajemen, yg mengatur sambungan, elemen penyimpan, dan sistem komputer sehingga menghasilkan transfer data yg sangat aman dan handal. SAN merupakan solusi konfigurasi masa depan utk media penyimpanan data dlm jumlah besar (TeraByte) dlm berbagai servis yg berbasis online di internet maupun intranet.
Keuntungan utama dari SAN adalah:
-
Availability: satu copy dari data jadi dapat di akses oleh semua host melalui jalur yg bebeda dan semua data lebih effisien dlm me manage-nya.
-
Reliability: infrastruktur transport data yg dapat menjamin tingkat kesalahan yg sangat minimal, dan kemampuan dlm mengatasi kegagalan.
-
Scalability: server maupun media penyimpanan (storage) dapat ditambahkan secara independent satu dan lainnya, dengan tanpa pembatas harus menggunakan sistem yg proprietary.
-
Performance: Fibre Channel (standar enabling teknologi utk interkonektifitas SAN) mempunyai bandwidth 100MBps bandwidth dengan overhead yg rendah, dan SAN akan memisahkan trafik backup dengan trafik standar LAN/WAN.
-
Manageability: berkembangnya perangkat lunak dan standar baik utk FC-AL (Fibre Channel Arbitrated Loop) maupun Fibre Channel fabric memungkinkan managemen dilakukan secara terpusat dan koreksi dan deteksi kesalahan yg proaktif.
-
Return On Information Management: Karena bertambahkan tingkat redudansi dan kemampuan managemen yg baik, maupun kemampuan utk di tambahkan server dan media penyimpan (storage) secara independen - SAN pada akhirnya memungkinan biaya kepemilikan yg rendah pada saat yg sama menaikan Return On Information Management (ROIM) di bandingkan metoda penyimpanan tradisional.
SAN
dan NAS keduanya adalah teknologi media penyimpanan (storage) yg
terhubung ke jaringan, dan merepresentasikan teknologi penyimpanan
dan jaringan. Bedanya adalah, kalau SAN jaringannya itu dedicated
utk peralatan penyimpanan (storage) dan host, yg terpisah dari
LAN/WAN di perusahaan. SAN di rancang utk menangani trafik data dlm
jumlah besar antara server dan peralatan penyimpanan, dan memisahkan
trafik backup yg bandwidth intensif dari trafik normal LAN/WAN.
Keuntungan lain SAN termasuk menaikan konektifitas antara server dan
peralatan penyimpan, maupun manajemen data yg terpusat. Sedangkan
NAS adalah file server yg di khususkan, tersambung ke jaringan. NAS
menggunakan protokol LAN seperti ethernet dan TCP/IP, yg
memungkinkan NAS utk lepas dari limitasi yg ada di teknologi SCSI.
Produk NAS cenderung utk di optimasikan kepada penggunaan file
server saja.
Kesimpulan
Dgn berbagai teknologi penyimpanan informasi yg tersedia saat ini, bagaimanakah cara yg terbaik utk menentukan solusi mana yg paling tepat utk sebuah perusahaan? DAS, NAS dan SAN semua menawarkan keuntungan yg luar biasa, tetapi masing-masing hanya cocok utk lingkungan dan situasi tertentu. Utk itu pertimbangkan sifat data dan aplikasi, seberapa kritis dan intensif kah pengolahan data-nya? Berapa tingkat minimum yg disepakati terhadap kinerja dan ketersediaan data? Apakah data yg di-sharing atau dikelola itu utk satu lingkungan kantor, ataukah didistribusikan antar gedung atau perusahaan? Oleh karena itu, seorang profesional TI harus membuat penilaian yg komprehensif dari kondisi dan persyaratan saat ini disamping menjaga tujuan bisnis perusahaan utk jangka panjang.
Sama seperti semua industri lainnya, Network Storage juga dapat berubah-ubah selaras dengan perkembangan teknologi. Hal ini kadangkala dapat menjebak atau dengan kata lain membuat bingung memilih solusi penyimpanan yg bagaimanakah yg sebaiknya dibeli. Utk itu, cara terbaik dlm memilih solusi adalah dgn memperhatikan kebutuhan dan biaya yg tepat guna memberikan perlindungan investasi dlm jangka panjang utk perusahaan. Begitu juga aset digital akan terus berkembang di masa yg akan datang, utk itu pastikan infrastruktur storage yg diimplementasikan mampu utk skalabilitas dan pengembangan yg hemat biaya nantinya. Dan satu hal lagi yg tak kalah pentingnya adalah jgn lupa utk menerapkan teknologi yg berdasarkan pada open industry standards. Hal ini berguna utk meminimalkan kekhawatiran interoperabilitas saat memperluas jaringan.
Kesimpulan
Dgn berbagai teknologi penyimpanan informasi yg tersedia saat ini, bagaimanakah cara yg terbaik utk menentukan solusi mana yg paling tepat utk sebuah perusahaan? DAS, NAS dan SAN semua menawarkan keuntungan yg luar biasa, tetapi masing-masing hanya cocok utk lingkungan dan situasi tertentu. Utk itu pertimbangkan sifat data dan aplikasi, seberapa kritis dan intensif kah pengolahan data-nya? Berapa tingkat minimum yg disepakati terhadap kinerja dan ketersediaan data? Apakah data yg di-sharing atau dikelola itu utk satu lingkungan kantor, ataukah didistribusikan antar gedung atau perusahaan? Oleh karena itu, seorang profesional TI harus membuat penilaian yg komprehensif dari kondisi dan persyaratan saat ini disamping menjaga tujuan bisnis perusahaan utk jangka panjang.
Sama seperti semua industri lainnya, Network Storage juga dapat berubah-ubah selaras dengan perkembangan teknologi. Hal ini kadangkala dapat menjebak atau dengan kata lain membuat bingung memilih solusi penyimpanan yg bagaimanakah yg sebaiknya dibeli. Utk itu, cara terbaik dlm memilih solusi adalah dgn memperhatikan kebutuhan dan biaya yg tepat guna memberikan perlindungan investasi dlm jangka panjang utk perusahaan. Begitu juga aset digital akan terus berkembang di masa yg akan datang, utk itu pastikan infrastruktur storage yg diimplementasikan mampu utk skalabilitas dan pengembangan yg hemat biaya nantinya. Dan satu hal lagi yg tak kalah pentingnya adalah jgn lupa utk menerapkan teknologi yg berdasarkan pada open industry standards. Hal ini berguna utk meminimalkan kekhawatiran interoperabilitas saat memperluas jaringan.
Komentar
Posting Komentar